KENDARI, NewsCast.my.id - Kawasan pemukiman pesisir di Kelurahan Poasia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Pusat. Pada Kamis, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Wamen PKP), Fahri Hamzah, turun langsung ke lokasi untuk memantau kondisi hunian warga sekaligus membahas strategi penataan kawasan Teluk Kendari.
Dalam tinjauannya, Fahri menegaskan komitmennya untuk merevitalisasi area Poasia agar keluar dari status kawasan kumuh menjadi lingkungan yang bersih dan nyaman untuk ditinggali. Langkah ini sejalan dengan karakteristik Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki lebih dari 12.000 titik pesisir berpenghuni.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Fahri mengungkapkan bahwa pemerintah tengah mematangkan program gagasan Presiden bernama "Kampung Nelayan Merah Putih".
"Melalui program ini, pemerintah menargetkan penataan sekitar 1.000 kawasan pesisir di seluruh pelosok Nusantara setiap tahunnya. Kita ingin mengubah wajah kawasan yang dulunya kumuh menjadi hunian yang bagus dan sehat bagi masyarakat nelayan," jelas Fahri.
Lebih lanjut, Wamen PKP menekankan bahwa pembangunan infrastruktur fisik harus dibarengi dengan komitmen perawatan berkelanjutan. Ia menyoroti dua aspek krusial pasca-penataan, yakni ketersediaan sistem sanitasi yang layak dan manajemen pengelolaan sampah yang teratur.
Fahri secara khusus mengimbau seluruh elemen masyarakat di pesisir Kendari untuk bergotong royong menjaga lingkungan. "Kebersihan tidak boleh diabaikan. Semua pihak harus ikut ambil bagian dalam menjaga lingkungan ini agar pesisir Sultra tidak hanya sehat, tetapi juga memiliki citra yang baik," tutupnya.
